Wakil Bupati Sintang Sampaikan Aspirasi Peningkatan Jalan Provinsi kepada Gubernur Kalbar

Andre as
24 Feb 2026 05:09
3 menit membaca

Gerbang Kalbar. Com. Sintang, Kalbar – Melihat kondisi kerusakan jalan provinsi di Kabupaten Sintang butuh perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar roda perekonomian masyarakat bisa bergerak semakin baik.

Keluhan masyarakat mengenai infrastruktur yang rusak sering kali mencuat, mengingat status jalan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Kondisi ini menuntut komitmen nyata dari pihak provinsi karena jalan-jalan tersebut merupakan urat nadi utama bagi mobilitas warga di pedalaman yang selama ini terhambat oleh kerusakan parah.

Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, dalam kesempatan Safari Ramadhan di Keraton Sintang pada Minggu, 22 Februari 2026, secara khusus menyoroti beban besar yang dipikul masyarakat akibat kondisi jalan tersebut.

Di hadapan Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, Wabup Sintang menegaskan bahwa masyarakat sangat bergantung pada intervensi anggaran dari Pemprov untuk perbaikan jalan perintis dan penghubung antar-kecamatan.

“Sudah dua tahun ini selalu mendapatkan anggaran. Dan kami selalu mengharapkan selalu dibantu peningkatkan jalan provinsi yang ada di Kabupaten Sintang,” terang Florensius Ronny menanggapi aspirasi masyarakat, sebagaimana dilansir dari rilis resmi Kominfo Kabupaten Sintang.

Ia menekankan bahwa beberapa ruas jalan memiliki jarak yang sangat panjang, seperti jalur Simpang Medang menuju Kecamatan Serawai yang membutuhkan penanganan berkelanjutan agar bisa fungsional sepenuhnya.

Ronny juga memaparkan perkembangan terkini di lapangan, di mana ruas jalan menuju Nanga Mau sudah menunjukkan kemajuan, meski tantangan besar masih membentang hingga ke ujung wilayah Serawai.

“Seperti ruas menuju Nanga Mau, puji Tuhan Alhamdulillah hari ini sudah mulus, tinggal beberapa titik lagi yang belum. Untuk mengejar sampai ke Kecamatan Serawai, masih agak cukup panjang,” ungkapnya.

Selain itu, akses menuju Semubuk di Kecamatan Ketungau Hilir juga dilaporkan masih dalam kondisi memprihatinkan dan sangat dinantikan perbaikannya oleh warga setempat.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menyatakan bahwa pengecekan infrastruktur secara langsung menjadi agenda utama dalam kunjungan kerjanya ke Sintang kali ini.

Gubernur mengakui bahwa jalur yang menghubungkan Nanga Mau, Nanga Tebidah, hingga ke Serawai merupakan proyek raksasa yang tidak bisa tuntas dalam waktu singkat karena faktor geografis yang ekstrem.

“Memang belum tuntas karena masih banyak yang harus kita kerjakan. Karena luasnya panjang, mencapai 100 kilometer lebih,” jelas Ria Norsan mengenai status pengerjaan jalan provinsi tersebut.

Selain badan jalan yang masih tanah, Gubernur juga menyoroti banyaknya jembatan kayu yang sudah dalam kondisi lapuk dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kondisinya jembatan kayunya banyak yang rusak dan harus diganti,” tambah Gubernur, menekankan bahwa perbaikan jembatan menjadi prioritas dalam peningkatan status jalan provinsi tersebut.

Ketegasan mengenai status jalan provinsi ini sangat penting agar masyarakat memahami bahwa penyelesaian masalah infrastruktur berada sepenuhnya di bawah kendali anggaran Pemerintah Provinsi Kalbar.

Diharapkan dengan adanya pantauan langsung dari Gubernur, alokasi anggaran pada tahun-tahun mendatang dapat lebih fokus untuk menuntaskan aksesibilitas di Kabupaten Sintang demi kelancaran ekonomi masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x